Assalamu'alaikum
Para Pembaca di tempat.
Selamat
Pagi semua teman setia pembaca Ananda Nadya Blog. Apa kabar kalian semua?
Semoga
kalian sehat dan selalu dalam perlindungan Allah S.W.T. Amiin.
Pada
pagi hari yang cerah ini saya terinspirasi untuk menulis kembali di Ananda Nadya
Blog. Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar, serta menambah wawasan yang lebih banyak lagi tentang Ilmu Budaya Dasar.
Topik
yang akan saya tulis kali ini adalah Perkembangan sejarah, suku dan kebudayaan
pulau Bali di Indonesia. Kenapa saya tertarik untuk membahas kebudayaan
masyarakat di Bali, karena Bali merupakan destinasi wisata mancanegarayang
paling banyak dikunjungi para turis. Untuk itu, kita perlu mengetahu bagaimana
dan seperti apa kebudayaan serta adat istiadat masyarakat pulau Bali disana.
Oke, mari kita awali tulisan ini dengan membaca Basmallah, bismillahirrahmannirrahiim.
Pembaca
disini ada yang sudah tau belum, seperti apa sih sejarah pulau Bali yang selama
ini menjadi pusat destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh para turis?...
kalau begitu tepat sekali teman disana mengunjungi Ananda Nadya Blog, karena
disini akan saya bahas mengenai sejarah, kebudayaan serta adat istiadat pulau Bali
di Indonesia.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku
asli Bali ialah suku Aga yakni salah satu subsuku bangsa Bali yang
bermukim di Desa Trunyan. Masyarakat Bali Aga dianggap sebagai orang gunung
yang bodoh. Karena masyarakatnya tinggal di pegunungan yang sangat terpencil
dan pedalaman sekali serta belum terjamah oleh teknologi sama sekali.
Selain suku Aga yang ada di Bali, ada pula
suku Bali Majapahit. Suku ini berasal dari pendatang Jawa yang sebagian besar
tinggal di Pulau Bali khususnya berada di dataran rendah. Masyarakat suku Bali
ini berasal dari masyarakat Jawa pada kerajaan Majapahit yang menganut agama
Hindu. Mata pencaharian dari masyarakat suku ini ialah bercocok tanam.
Suku ini juga menjadi salah satu pengaruh dari sejarah suku Bali.
Pendapat lain mengatakan bahwa, asal-usul suku Bali
terbagi ke dalam tiga periode atau gelombang migrasi yakni sebagai
berikut :
·
Gelombang
pertama terjadi sebagai akibat dari persebaran penduduk yang terjadi di
Nusantara selama zaman prasejarah
·
Gelombang
kedua terjadi secara perlahan selama masa perkembangan agama Hindu di Nusantara
· Gelombang
ketiga merupakan gelombang terakhir yang berasal dari Jawa, ketika Majapahit
runtuh pada abad ke-15 seiring dengan
Islamisasi yang terjadi di Jawa
sejumlah rakyat Majapahit memilih untuk melestarikan kebudayaannya di Bali,
sehingga membentuk sinkretisme antara kebudayaan Jawa klasik dengan tradisi
asli Bali.
Lalu bagaimana
kebudayaan masyarakat di pulau Bali?... Mari kita bahas ya teman.
Kebudayaan Dan Kesenian Suku Bali
Kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan
bali memiliki daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang datang ke daerah
tersebut. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali.
1.
Pakaian adat Bali
2.
Rumah adat Bali
3.
Tari Bali
Bali mempunyai
berbagai macam jenis tarian daerah yang berasal dari daerah ini diantaranya
yaitu sebagai berikut :


4.
Alat Musik Suku Bali
Bali mempunyai alat
musik tradisional yang khas dari daerah ini, alat musik ini adalah alat
musik peninggalan turun menurun leluhur mereka, dan berikut beberapa alat musik
tradisional Bali :

Selain kebudayaan
yang ada di pulau Bali, ada pula beberapa upaca adat istiadat yang biasa
dilakukan oleh masyarakat Bali di Indonesia, diantaranya :
5. Adat Kebudayaan Suku Bali
Masyarakat Bali terdiri dari masyarakat yang
beraga Hindu tapi semua itu tidak berpengaruh terhadap masyarakat lain yang
tinggal di Bali namun tidak memeluk agama Hindu. Berikut beberapa upacara yang
biasa di lakukan oleh masyarakat bali :
• Pernikahan
Untuk acara pernikahan ada beberapa upacara
adat yang harus dilewati diantaranya yaitu sebagai berikut :
-
Upacara
ngekeb
Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan
calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri dan ibu
rumah tangga memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia
menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan
anugerah berupa keturunan yang baik
-
Mungkah
Lawang (Buka Pintu)
Adat ini adalah adat mengetuk pintu
pengantin wanita sebanyak tiga kali, sebagai bentuk bahwa pengantin pria telah
datang untuk menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera dibukakan pintu
-
Madengen
dengan
Upacara ini bertujuan untuk membersihkan
diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya.
Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian
-
Mewidhi
Widana
Acara ini merupakan acara penyempurnaan
pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah
dilakukan pada acara sebelumnya. Lalu keduanya menuju merajan yaitu tempat
pemujaan untuk berdoa mohon izin dan restu Yang Kuasa.
-
Mejauman
Ngabe Tipat Bantal
Setelah beberapa hari menikah, baru upacara
ini dilaksanakan. Acara ini dilakukan untuk memohon pamit kepada kedua orang
tua serta sanak keluarga pengantin wanita, terutama kepada para leluhur, bahwa
mulai saat itu pengantin wanita telah sah menjadi bagian dalam keluarga besar
suaminya
• Upacara Potong gigi
Upacara potong gigi ini wajib dilakukan oleh
laki-laki dan wanita yang beranjak dewasa yang di tandai datangnya menstruasi
untuk wanita dan membesarnya suara untuk laki-laki. Potong gigi bukan berarti
gigi dipotong hingga habis, melainkan hanya merapikan atau mengikir enam gigi
pada rahang atas, yaitu empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan yang
dipercaya untuk menghilangkan enam sifat buruk yang melekat pada diri
seseorang, yaitu kama (hawa nafsu), loba (tamak), krodha (amarah), mada
(mabuk), moha (bingung), dan matsarya (iri hati atau dengki).
• Upacara Kematian
Masyarakat Bali selalu mengadakan upacara
kematian di saat ada seseorang atau kerabat yang meninggal dunia. Upacara
kematian ini dikenal dengan nama upacara ngaben. Upacara ini yakni upacara
pembakaran bagi orang yang sudah meninggal. Pada intinya upacara ini untuk
mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya.
Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah
meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa selaku Dewa
yang dipercaya oleh masyarakat atau umat hindu khususnya masyarakat hindu Bali.
Cukup
sampai disini pertemuan kita, semoga artikel yang saya tulis ini dapat
bermanfaat bagi kalian serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah
juga kebudayaan masyarakat Bali di Indonesia.
People without the knowledge of their past history, orign and culture is like a tree without roots
Orang tanpa pengetahuan tentang sejarah masa lalu, asal usul dan budaya mereka seperti pohon tanpa akar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar