Sabtu, 10 Maret 2018

MENGENAL KEBUDAYAAN MASYARAKAT PULAU BALI DI INDONESIA



Assalamu'alaikum Para Pembaca di tempat.

Selamat Pagi semua teman setia pembaca Ananda Nadya Blog. Apa kabar kalian semua? 
Semoga kalian sehat dan selalu dalam perlindungan Allah S.W.T. Amiin. 

Pada pagi hari yang cerah ini saya terinspirasi untuk menulis kembali di Ananda Nadya Blog. Tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, serta menambah wawasan yang lebih banyak lagi tentang  Ilmu Budaya Dasar.

Topik yang akan saya tulis kali ini adalah Perkembangan sejarah, suku dan kebudayaan pulau Bali di Indonesia. Kenapa saya tertarik untuk membahas kebudayaan masyarakat di Bali, karena Bali merupakan destinasi wisata mancanegarayang paling banyak dikunjungi para turis. Untuk itu, kita perlu mengetahu bagaimana dan seperti apa kebudayaan serta adat istiadat masyarakat pulau Bali disana.

Oke, mari kita awali tulisan ini dengan membaca Basmallah,  bismillahirrahmannirrahiim.


Pembaca disini ada yang sudah tau belum, seperti apa sih sejarah pulau Bali yang selama ini menjadi pusat destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh para turis?... kalau begitu tepat sekali teman disana mengunjungi Ananda Nadya Blog, karena disini akan saya bahas mengenai sejarah, kebudayaan serta adat istiadat pulau Bali di Indonesia.

     Ada pendapat yang mengatakan bahwa suku asli Bali ialah suku Aga yakni salah satu subsuku bangsa Bali yang bermukim di Desa Trunyan. Masyarakat Bali Aga dianggap sebagai orang gunung yang bodoh. Karena masyarakatnya tinggal di pegunungan yang sangat terpencil dan pedalaman sekali serta belum terjamah oleh teknologi sama sekali.

     Selain suku Aga yang ada di Bali, ada pula suku Bali Majapahit. Suku ini berasal dari pendatang Jawa yang sebagian besar tinggal di Pulau Bali khususnya berada di dataran rendah. Masyarakat suku Bali ini berasal dari masyarakat Jawa pada kerajaan Majapahit yang menganut agama Hindu. Mata pencaharian dari masyarakat suku ini ialah bercocok tanam. Suku ini juga menjadi salah satu pengaruh dari sejarah suku Bali.
Pendapat lain mengatakan bahwa, asal-usul suku Bali terbagi ke dalam tiga periode atau gelombang migrasi yakni sebagai berikut :
·       Gelombang pertama terjadi sebagai akibat dari persebaran penduduk yang terjadi di Nusantara selama zaman prasejarah
·       Gelombang kedua terjadi secara perlahan selama masa perkembangan agama Hindu di Nusantara
·      Gelombang ketiga merupakan gelombang terakhir yang berasal dari Jawa, ketika Majapahit runtuh pada abad ke-15 seiring dengan
Islamisasi yang terjadi di Jawa sejumlah rakyat Majapahit memilih untuk melestarikan kebudayaannya di Bali, sehingga membentuk sinkretisme antara kebudayaan Jawa klasik dengan tradisi asli Bali.



Lalu bagaimana kebudayaan masyarakat di pulau Bali?... Mari kita bahas ya teman.

Kebudayaan Dan Kesenian Suku Bali
Kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali menjadikan bali memiliki daya tarik yang kuat bagi para wisatawan yang datang ke daerah tersebut. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Bali.

1.    Pakaian adat Bali
Bali mempunyai banyak macan atau varian dari pakaian adatnya. Untuk perempuan yang masih remaja memakai sanggul gonjer, sedangkan perempuan atau wanita dewasa memakai sanggul tagel, kemudian memakai sesentang atau kemben songket, Kain wastra, Sabuk prada (stagen) untuk membelit pinggul dan dada, untuk pria memakai ikat kepala atau udeg lalu memakai selendang pengikat atau umpal, kain kampuh, kain wastra, keris, sabuk, kemeja atau jas, serta ornament yang dipakai untuk menghiasi penampilan sang pria.


2.    Rumah adat Bali
Rumah adat Bali harus sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali ajaran terdapat pada kitab suci Weda yang mengatur soal tata letak sebuah bangunan yang hampir mirip dengan ilmu Feng Shui dalam ajaran Budaya China. Rumah adat Bali harus memenuhi aspek pawongan (manusia / penghuni rumah), pelemahan (lokasi / lingkungan) dan yang terakhir parahyangan.


3.    Tari Bali
Bali mempunyai berbagai macam jenis tarian daerah yang berasal dari daerah ini diantaranya yaitu sebagai berikut :

 
4.    Alat Musik Suku Bali
Bali mempunyai alat musik tradisional yang khas dari daerah ini, alat musik ini adalah alat musik peninggalan turun menurun leluhur mereka, dan berikut beberapa alat musik tradisional Bali :    


Selain kebudayaan yang ada di pulau Bali, ada pula beberapa upaca adat istiadat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali di Indonesia, diantaranya :  

5. Adat Kebudayaan Suku Bali
Masyarakat Bali terdiri dari masyarakat yang beraga Hindu tapi semua itu tidak berpengaruh terhadap masyarakat lain yang tinggal di Bali namun tidak memeluk agama Hindu. Berikut beberapa upacara yang biasa di lakukan oleh masyarakat bali :
    Pernikahan
Untuk acara pernikahan ada beberapa upacara adat yang harus dilewati diantaranya yaitu sebagai berikut :
-     Upacara ngekeb
Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan anugerah berupa keturunan yang baik
-     Mungkah Lawang (Buka Pintu)
Adat ini adalah adat mengetuk pintu pengantin wanita sebanyak tiga kali, sebagai bentuk bahwa pengantin pria telah datang untuk menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera dibukakan pintu
-     Madengen dengan
Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya. Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian
-     Mewidhi Widana
Acara ini merupakan acara penyempurnaan pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah dilakukan pada acara sebelumnya. Lalu keduanya menuju merajan yaitu tempat pemujaan untuk berdoa mohon izin dan restu Yang Kuasa.
-     Mejauman Ngabe Tipat Bantal
Setelah beberapa hari menikah, baru upacara ini dilaksanakan. Acara ini dilakukan untuk memohon pamit kepada kedua orang tua serta sanak keluarga pengantin wanita, terutama kepada para leluhur, bahwa mulai saat itu pengantin wanita telah sah menjadi bagian dalam keluarga besar suaminya
    Upacara Potong gigi
Upacara potong gigi ini wajib dilakukan oleh laki-laki dan wanita yang beranjak dewasa yang di tandai datangnya menstruasi untuk wanita dan membesarnya suara untuk laki-laki. Potong gigi bukan berarti gigi dipotong hingga habis, melainkan hanya merapikan atau mengikir enam gigi pada rahang atas, yaitu empat gigi seri dan dua taring kiri dan kanan yang dipercaya untuk menghilangkan enam sifat buruk yang melekat pada diri seseorang, yaitu kama (hawa nafsu), loba (tamak), krodha (amarah), mada (mabuk), moha (bingung), dan matsarya (iri hati atau dengki).
    Upacara Kematian
Masyarakat Bali selalu mengadakan upacara kematian di saat ada seseorang atau kerabat yang meninggal dunia. Upacara kematian ini dikenal dengan nama upacara ngaben. Upacara ini yakni upacara pembakaran bagi orang yang sudah meninggal. Pada intinya upacara ini untuk mengembalikan roh leluhur (orang yang sudah meninggal) ke tempat asalnya. Seorang Pedanda mengatakan manusia memiliki Bayu, Sabda, Idep, dan setelah meninggal Bayu, Sabda, Idep itu dikembalikan ke Brahma, Wisnu, Siwa selaku Dewa yang dipercaya oleh masyarakat atau umat hindu khususnya masyarakat hindu Bali.
 
Cukup sampai disini pertemuan kita, semoga artikel yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi kalian serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang sejarah juga kebudayaan masyarakat Bali di Indonesia.

People without the knowledge of their past history, orign and culture is like a tree without roots
Orang tanpa pengetahuan tentang sejarah masa lalu, asal usul dan budaya mereka seperti pohon tanpa akar.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar